Postingan

Memo ke 19(th)

Jika di lihat ke belakang, aku telah berjalan begitu jauh. Tak peduli seberapa besar atau seberapa banyak yang orang lain sebut masalah. Bagiku tak ada masalah dalam hidup ini selama kita tidak menganggapnya masalah. Terima kasih pada Tuhan, terima kasih orang-orang yang aku temui, siapapun itu, siapapun kalian, kalian tetap berpengaruh dalam hidupku. Tak usah hiraukan betapa menyakitkannya aku, betapa menyedihkannya aku di masa itu. Percayalah aku hanya ingin lebih baik dari aku yang dulu, dan kamu selalu ada tempat untuk selalu ku simpan dalam hati. Terima kasih Tuhan, semoga aku bisa menjaga hari-hari ini tetap baik. Bila hari-hari kedepan lebih menyakitkan dari hari ini, sesungguhnya aku telah siap. Namun kuatkanlah aku.
16 Juli 2018, di Sekolah Aku kembali teringat semua ketika kembali disini, sejenak merasakan kembali berada dimasa itu. Cinta umur enam belas tahun bersemi saat pohon-pohon karet berguguran, dan merayakan sweet seventen bersama. Tidak ada yang tidak aku suka terhadap hal yang pernah terjadi disini, entah sebagai murid atau sebagai orang yang bersemangat menjemputmu ketika pergi sekolah. Ada begitu banyak saksi atas semua yang telah berlalu, entah jalan menuju sekolah, entah bangunan-bangunan tua disini, atau kantin yang sempat menjadi tempatku makan bayarnya besok. Aku sangat berterima kasih pada semua orang yang dulu pernah ada disini, walau bagaimanapun kalian tetap berpengaruh dalam hidupku. Walau bagaimanapun kalian adalah kawan-kawanku, lebih dari itu kalian bukan sekedar kawan. Terlebih terima kasih untuk Ibu Mety dan suaminya yang begitu antusias menjadi saksi atas masa lalu ku saat masih bersama Ade, aku tidak tahu pikiran kalian saat ku beri tahu bahwa kami sudah lama t...